Perdagangan Berjangka Komoditi Oleh Dwikorahardo Histiajid

PT. Gatra Mega Berjangka menawarkan beberapa produk investasi berjangka yang merupakan pilihan yang tepat sebagai sarana alternatif investasi termasuk perdagangan berjangka komoditi. Dengan telah diubahnya Undang-undang Nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi, perlu mengubah beberapa ketentuan mengenai Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Komoditi, dan berdasarkan pertimbangan tersebut diatas perlu untuk menetapkan suatu rancangan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka sebagai peraturan pelaksana undang-undang tersebut.
Perdagangan future dan forward: Perdagangan atau transaksi yang telah dilakukan namun tidak segera diikuti dengan penyerahan barangnya. Penyerahan barang biasa dilakukan beberapa bulan kemudian, sesuai dengan perjanjian yang tertera dalam kontrak. Instrumen ini telah membuat komoditas perdagangan lebih murah dan lebih memudahkan para trader. Karena CFD berkelanjutan tidak berbeda dari CFD komoditi umum, trader tidak perlu bingung.
Perkembangan volume perdagangan berjangka di dunia (futures dan options) yang diperdagangkan bursa di dunia naik 1,5% pada 2014. Volume totalnya pun naik menjadi 21,87 miliar kontrak dari 21,55 miliar kontrak pada 2013. Pertumbuhan yang paling tinggi ada di wilayah Amerika Utara (Amerika dan Kanada) yang mencapai 8,21 miliar kontrak pada 2014 dari sebelumnya 7,83 miliar kontrak pada 2013. Sedangkan bursa-bursa di Asia Pasifik yang memperdagangkan lebih kurang sepertiga dari totalnya, mengalami penurunan. Berdasarkan jenis komoditi, yang sangat pesat pertumbuhanya adalah futures dan options agriculture, yang volumenya tumbuh sebesar 15,7% pada 2014 ( ).
Perdagangan berjangka hamper mirip dengan kegiatan asuransi yang diciptakan berdasarkan mekanisme yang terjadi dipasar, yaitu dengan membentuk pasar bayangan atau pasar derivative dari pasar komoditi fisiknya (spot), dengan melakukan transaksi di dua pasar tersebut secara bersamaan dengan posisi yang berlawanan(jual dan beli) untuk jumlah dan jenis komoditi yang sama. Dengan demikian, kedua pasar ini akan saling menutupi kerugian yang diderita pada salah satu pasar. Jadi, perdagangan berjangka ini memberikan manfaat ekonomi berupa pengalihan resiko (risk transfer) yang tidak diinginkan melalui kegiatan lindung nilai (hedging) dan merupakan suatu sumber referensi harga yang dapat dipercaya (price discovery).
PT Rifan Financindo , ada dikenal banyak dan ragam produk yang diperdagangkan secara OTC (over the counter). Umumnya nasabah bertransaksi langsung dengan penyelenggara OTC kontrak derivatif. Sistem Perdagangan Alternatif menyempurnakan perdagangan OTC, dimana ada pedagang penyelenggara yang menjadi market maker bagi banyak pihak, sementara nasabah bertransaksi melalui pialang berjangka yang menyediakan jasa penyampaian amanat. Semua transaksi didaftarkan ke Bursa Berjangka Jakarta lalu ke Lembaga Kliring Berjangka dalam rangka penarikan dan perhitungan margin. Melalui mekanisme ini, pialang diharapkan mampu untuk memberikan layanan jasa penyampaian amanat transaksi secara lebih optimal.perdagangan komoditi
Sriwijaya sebagai pelabuhan antara bagi daerah pedalaman berfungsi sebagai perantara untuk memasarkan hasil buminya dalam perdagangan internasional. Pola ekonomi antara pusat dan daerah pedalaman berupa distribusi komoditi melalui jaringan sungai. Barang komoditi dari tempat asalnya dibawa ke pusat perdagangan yaitu di daerah hulu (tempat pertemuan cabang-cabang anak sungai). Fungsi pusat perdagangan di sini untuk mengawasi arus keluar masuknya komoditi dalam satuan yang kecil. Dari lokasi ini, komoditi tersebut diangkut ke pusat perdagangan kedua, di pusat pengumpul (collecting centres), yang terdapat di pertemuan anak-anak sungai. Fungsi pusat perdagangan keddua adalah untuk mengawasi arus perdagangan yang keluar dan masuk melalui wilayahnya. Setelah itu, komoditi yang terkumpul diangkut dengan menggunakan kapal yang lebih besar menuju ke pelabuhan utama (Sriwijaya). Fungsi pelabuhan utama adalah mengawasi komoditi yang datang dan pergi dari seluruh wilayah kekuasaannya.
Resiko dalam perdagangan komoditi, selain dari gagal janji, disebabkan oleh fluktuasi harga. Harga sangat ditentukan oleh permintaan dan penawaran di pasar komoditi. Permintaan ditentukan oleh pertambahan penduduk, pertambahan penggunaan, penggunaan baru dan karena substitusi. Penawaran beribah karena pertambahan kapasitas produksi (luas lahan yang ditanam atau pabrik baru yang dibangun), musim, cuaca baik atau buruk, larangan atau insentip pemerintah, bencana alam maupun perang atau perdamaian. Jadi banyak sekali faktor yang tidak bisa diramalkan. Hal inilah yang mendorong timbulnya kebutuhan akan lindung nilai. Kebutuhan akan lindung nilai dipenuhi dengan pembuatan kontrak di LUAR mau di DALAM Bursa. Mula-mula kebutuhan akan hedging ini hanya dirasakan dalam perdagangan komoditi pertanian , tetapi makin lama kebutuhan itu dirasakan untuk semua macam komoditi, termasuk komoditi keuangan, cuaca, ekonomi, perbankan dan sebagainya.
Kepala Biro Pengawasan Pasar Berjangka dan Fisik Bappebti Pantas Lumban Batu menjelaskan, sesuai data yang disampaikan Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI), volume transaksi kontrak berjangka sampai triwulan IV tercatat 7.012.220 lot. Artinya mengalami kenaikan sebesar 6,4% dibandingkan periode yang sama tahun 2015 sebesar 6.590.530 lot.
Perkembangan dari perdagangan berjangka sangat luas, sehingga muncul sebuah sistem perdagangan alternatif yang biasa disebut SPA. Menurut Undang-Undang No. 10 tahun 2011 pengertian dari Sistem Perdagangan Alternatif adalah sistem perdagangan yang berkaitan dengan jual beli Kontrak Derivatif selain Kontrak Berjangka dan Kontrak Derivatif Syariah, yang dilakukan di luar Bursa Berjangka, secara bilateral dengan penarikan Margin yang didaftarkan ke Lembaga Kliring Berjangka. Transaksi FOREX, GOLD dan INDEX SAHAM merupakan komoditi dari sistem perdagangan alternatif.
Disamping itu, menurut catatan Nurlisa, masalah lain yang membuat tidak berkembangnya bursa dalam negeri yaitu tidak memadainya infrastruktur pasar perdagangan fisik. Walaupun fungsi bursa berjangka merupakan sarana lindung nilai (hedging) dan menjaga kepastian harga komoditas yang diproduksi, namun perdagangan berjangka juga mengenal serah fisik sebagai salah satu cara penyelesaian kontrak berjangka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *